OTA – XI 2011 GRAND LAUNCHING LION CAMPUS

SMENDA Scout as LION CAMPUS  menjadi tema besar pelaksanaan kegiatan Orientasi Tamu Ambalan/OTA angkatan ke – XI tahun 2011 kali ini. Kegiatan yang direncanakan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu tanggal 24 – 25 September 2011 ini mempunyai agenda besar yang tidaklah sedikit. Diantaranya adalah :

1.PELATIKAN PENGURUS DEWAN AMBALAN BARU

Pelantikan Pengurus Dewan Ambalan Teuku Umar – Cut Nyak Dhien masa bakti 2011 – 2012. Setelah melakukan Musyawarah Ambalan beberapa waktu yang lalu, akhirnya disepakati bersama Susunan Kepengurusan Dewan Ambalan Teuku Umar dengan Pradana Putra terpilih Kak Roby Ziya’ul Haq, Ambalan Cut Nyak Dhien dengan Pradana Putri terpilih Kak Isnani Maulina. Dalam kepengurusan baru kali ini juga ditambahkan Staf Komisi Disiplin Pemangku Adat yang sebelumnya tidak ada selain komposisi kepengurusan yang lainnya sesuai dengan ketentuan yang ada.

2.GRAND LAUNCHING SMENDA SCOUT AS LION CAMPUS

Demi mewujudkan keinginan bersama untuk Go National 2012 dan Go International 2014, SMENDA Scout menisbahkan diri sebagai LION CAMPUS atau Kampusnya para Singa luar biasa, Yakni tempat pendidikan para kader muda bangsa yang diharapkan akan menjadi Pemimpin-pemimpin bangsa dimasa yang akan datang.

3. LION MEDAL – SATYA PANDU DARMA PRATIWI

 

LION MEDAL adalah Penganugerah Penghargaan Tertinggi yang diberikan oleh SMENDA Scout atas Prestasi LUAR BIASA dari yang selama ini telah ditorehkan. SATYA PANDU untuk anggota Teladan dan DARMA PRATIWI untuk anggota dewasa.

4. LAUNCHING PERDANA SCOUTING SOCCER

Scouting Soccer atau Sepak Bola Pramuka menjadi salah satu ide terbaru dari kegiatan OTA – IX kali ini. Berawal ide bermain bola dengan model dan cara Pramuka oleh Kak Uays Hasyim, kegiatan OTa -IX kali ini lebih meriah rasanya dengan kegiatan bermain bola. Seru dan menegangkan kompetisi permainan yang dilakukan oleh peserta dibawah bimbingan kakak-kakak panitia.

5. SMENDA Scout Fair 2011

Pameran foto-foto kegiatan Smenda Scout selama 11 tahun, karya dan kreatifitas nyata yang dimiliki oleh anggota serta beberapa sumbangsih karya dari kakak-kakak alumni juga turut di pajang meramaikan pameran kali ini. Dalam pameran kali ini juga di hibur oleh paduan suara adik-adik anggota Smenda Scout yang baru yang telah

6. MINILOKAKARYA KEPRIBADIAN & TALLENT MAPING

Minilokakarya kali ini membahas tentang kepribadian dan pemetaan bakat yang diisi oleh Kak Uays Hasyim dan Kak Wiwit Noviarti, S.Psi. Namun sayang, karena kesibukan yang luar biasa dari Kak Wiwit Noviarti, S.Psi, beliau tidak bisa hadir. Minilokakarya kali ini tetap ramai dan “Gayeng” dibawah penyampaian oleh Kak Uays Hasyim.

7. OUT BOUND & FLYING FOX.

Seperti tahun-tahun yang lalu, Flying fox juga menjadi Primadona kegiatan OTA kali ini selain Outbound game yang dipandu langsung oleh TIM Outbound dari SFIndonesian, bermain sambil belajar menjadi keharusan agar pembelajaran semakin menarik dan mudah dicerna.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

4 Tokoh Super Bersih Dari Indonesia

Bagaimana gaya hidup pejabat kita? Barangkali Anda pun membayangkan seperti ini: memiliki rumah besar senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Vila mewah di Puncak. Tanah berhektar-hektar di kampung halaman. Deretan mobil mulai dari Baby Benz, BMW, hingga Pajero.

Demikian pula simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji resminya.

Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia, tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat-pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang — bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata — justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.

Contohnya adalah :

1. Prof Dr Emil Salim

Meski tiga kali menjadi menteri — Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) — Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.

Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan. Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang ditabungkannya.

Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas. Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. “Saya pun memikirkan untuk membeli rumah,” kisah pengurus ICMI ini.

Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya. “Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing,” ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga yang banyak. “Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang,” kisah aktivis itu.

Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan keluarganya hidup dari rumah kontrakan.

Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat Zainul Bahar Noor SE memujinya. “Emil Salim itu sama bersih dengan pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,” puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.

2. Mar’ie Muhammad

Mar’ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri Keuangan ini, tecermin dari penampilannya sehari-hari: mengenakan safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung cap Mangga dan Gajah Duduk, bila di rumah.

Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Contohnya, menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya berumroh — seperti yang sedang dilakukannya sekarang — daripada hura-hura ke luar negeri.

Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di instansi yang dipimpinnya. Tak mengherankan, ia dijuluki Mr. Clean.

3. Satrio Budihardjo Joedono

Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang kerjanya tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli secara kredit, terhadap benda kegemarannya. “Saya tak mampu membelinya,” ujarnya.

Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan pinjaman BPPT.

Kesederhanaannya sempat merisaukan. Ini lantaran Billy akrab dengan tas kerja yang warna cokelatnya telah memudar. Petugas pun menggantikannya dengan tas baru saat ia menghadap ke Istana. Ia menerima tas pemberian tersebut tetapi tetap membawa tas lusuhnya. Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, November 1994 Lelaki yang karib dipanggil Billy ini pun dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan bawahan. “Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan,” ini prinsip hidupnya.

4. Ir. Sarwono Kusumaatmadja

Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas. Mengaku menekankan pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung dengan kesederhanaan tersebut. “Kita tidak terjebak konsumtif sehingga terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri.

Korupsi merupakan bentuk upaya mencukupi kebutuhan di luar kemampuan keuangan keluarga.” Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. “Ini pesan orangtua saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang lain.” Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari perilaku itu. Tapi jika dibanding dengan yang lain, dia merasa bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. “Saya senang dibilang bersih, tapi menurut saya, saya cukup agak bersih-lah,” katanya.

Beragam cobaan dialami figur di atas dalam mengemban tugas. Mereka mengakui godaan tersebut hadir dalam bentuk yang vulgar hingga yang halus. Cobaan yang vulgar, misalkan, dalam bentuk katabelece.

Demikian pula cobaan halus dalam bentuk kiriman parcel pada saat lebaran. Berbeda dengan jamaknya parcel, isi keranjang hadiah ini antara lain cek. Billy semasa memangku jabatan menteri perdagangan selalu menerima kiriman hadiah dalam bentuk cek bernilai besar.

Bagaimana kiat mereka menepiskan berondongan ‘godaan’ yang dikirim? Billy terlebih dulu menyaring parcel yang diterima. “Kalau parcelnya isinya biasa-biasa kami terima tetapi kalau sudah cek kami tolak,” kisah Ani Joedono, istri Billy. Kiriman cek tersebut memang tidak langsung dikembalikan kepada pengirim. Tapi, Billy dan istrinya, mengoleksinya dalam album. “Kata Bapak ini untuk kenang-kenangan,” kata Ani.

Demikian juga yang dialami Emil Salim. Semasa memangku jabatan, ia mengisahkan, awalnya orang memberi bunga. Lalu, kata Emil melukiskan, meningkat menjadi makanan, pena, jam tangan, dan kemudian dalam bentuk barang lain. “Yang penting enam bulan pertama. Setelah enam bulan pertama kau terima kedudukan itu, kau mesti beri signal-signal (tanda-tanda),” katanya.

Bagaimana ia menangkis pemberian tersebut? “Yang penting enam bulan pertama yang menentukan. Setelah enam bulan pertama kita terima kedudukan itu, kita mesti beri signal-signal,” ujarnya membeberkan pengalamannya. Dalam menerima pemberian tersebut, menurutnya, mesti ada garis tegas. “Katakan lebih dari ini, no!” Tapi, “kita tidak perlu berteriak mengatakannya tetapi dengan sopan.” Dengan demikian, orang akan mengerti berhadapan dengan siapa.

Setelah itu, menurutnya, barulah dijelaskan, “hei Bung, ini ada sumpah jabatan. Demi Allah saya bersumpah tidak akan menerima hadiah dengan dalih apa pun. Pokoknya sumpah itu berat sekali.” Tak sekadar menyadarkan mereka yang hendak ‘menyuap’, Emil pun mengungkapkan, sebagai kepala keluarga mesti menertibkan semua keluarga. Demikian juga agar menjadi contoh bagi keluarga. “Jadi harus kita jelaskan kepada semua keluarga,” ujarnya.

Meski demikian, Emil mengembalikan sikap sederhana dan jujur itu, kepada rasa keberagamaan seseorang. Ia merasa beruntung mendapatkan pendidikan agama sejak kecil dari kedua orangtua. Pendidikan itu pula kemudian yang diwariskan kepada anak-anaknya. “Jam kantor itu kan berada antara waktu Dzuhur dan Ashar.

Bagaimana mungkin kita salat, menghadap Tuhan Yang Maha Esa sementara di saku terdapat uang begituan?” Emil memberi ilustrasi. Di sisi lain, ia mengingatkan, hendaknya kita jangan sampai membuat respek anak hilang gara-gara tingkah kita. “Kasihan, gara-gara tindakan kita, mereka di sekolah menjadi bahan gunjingan teman-temannya yang lain.” Emil, Sarwono, Ma’rie, maupun Billy, merupakan segelintir figur yang disebut-sebut sederhana dan bersih. Meski demikian, tentu masih ada deretan petinggi lainnya yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap pekerjaan

Bahkan, sempat terbetik harapan masyarakat, tak hanya pada petinggi yang bertype sederhana, juga bagi mereka yang telah lebih dulu kaya sebelum memangku jabatan. Sekadar menyebut contoh, pengusaha A. Latief yang memangku jabatan menteri tenaga kerja. Dengan terlebih dulu kaya, demikian harapan umum masyarakat, mereka justru lebih berdedikasi terhadap pekerjaannya.
Betul, kesederhanaan tidak menjamin sepenuhnya kejujuran dan dedikasi petinggi. Emil Salim pun mengakuinya. “Tidak usahlah kita mau jadi kere. Normal saja. Setiap orang tentu ingin punya mobil, tapi caranya yang normal. Cara memperoleh kekayaan itu jangan sampai harga dirimu hilang,” begitu sarannya.

Di olah dari berbagai umber dengan editing seperlunya, by : Kak Uays Hasyim

KALENDER SMENDA SCOUT LION CAMPUS 2012

Salah satu sistem pendukung keberadaan SMENDA Scout Lion Campus/SSLC adalah Tim Kreatif yang dibentuk oleh Pembina Satuan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh anggota SSLC, kara terbaru yang dibuat oleh Tim Kreatif SSLC salah satunya adalah Kalender SSLC tahun 2012.

Tahun Baru 2012 sebentar lagi hadir, AYO !!! Bururan Download Kalender SSLC terbaru, Hadirkan Semangat LION CAMPUS di rumah dan Kamar Anda !!

Terima kasih atas Karya-karya terbaru Tim Kreatif SSLC, Teruslah berkarya !!

Kalender SSLC 2012 :

Seminar ” LIFE IS CHOICE “

Seminar Sehari bertajuk “Life is Choice” yang diselenggarakan oleh Smenda Scout Lion Campus (SSLC)  pada tanggal 11 Desember 2011 penuh diskusi yang sangat membangun. Dari dua Pembicara, yaitu : Kak Uays Hasyim – Sang Inspirator Sukses Bahagia yang juga Direktur SFIndonesian berserta Kak Drs.Ec Hariadi Purwantoro, MM – Dosen Sekolah Kepribadian John Robert Power Surabaya sekaligus Purna Assisten II Sekretaris Kabupaten Sidoarjo mampu membuat Seminar kali ini semakin”gayeng”. 80 orang lebih peserta terlihat antusias dalam mengikuti Seminar tersebut.

Seminar yang dilaksanakn setengah hari ini, juga memberikan Merchandisk berupa satu paket ebook yang terdiri dari puluhan ebook menarik dengan berbagai tema terutama tema yang berkaitan dengan Seminar diatas.

Bagi peserta yang ingin membuka ebook, dapat mendownload password ebook tersebut dibawah ini :

Password ebook : Password ebook Seminar Life is Choice 2011

Berikut ini foto-foto kegiatan yang berhasil diabadikan oleh Panitia.